O-Hanami (Festival Bunga Sakura)

O-Hanami atau festival bunga sakura bagi orang Jepang merupakan eventyang sangat dinanti. Festival ini dirayakan setiap akhir bulan Maret dan awal bulan April. Keindahan bunga sakura yang bermekaran merupakan kebanggaan tersendiri bagi orang Jepang. Bahkan mereka menganggap bunga sakura adalah bagian jiwa mereka. Karena itu, mekarnya bunga sakura menjadi moment yang paling spesial. O-hanami juga dipakai sebagai tanda datangnya musim semi serta dimulainya tahun ajaran baru. Para remaja wanita tidak ketinggalan menggunakan kesempatan ini untuk mengeluarkan kimono-kimono baru mereka dan menggunakannya sepanjang perayaan.
Sejarah O-hanami
Merayakan musim bunga sakura memang sudah dimulai sejak Periode Nara (710-784) yang sebenarnya datang karena pengaruh Dinasti Tang dari Cina. AWalnya mereka lebih mengagum bunga Ume. Tapi saat periode Heian, sakura mulai menarik perhatian orang Jepang. Mulai dari situ O-hanami menjadi festival yang rutin dirayakan setiap tahun.
Mekarnya bunga sakura juga dijadikan sebagai ritual keagamaan & digunakan sebagai tanda dari akhir tahun serta dimulainya musim bercocok tanam. Karena itu, banyak orang-orang Jepang yang berdoa di kuil atau berdoa di bawah pohon sakura.
(more…)
January 13, 2009
Autumn In Japan
![]()
Seperti yang sudah kita ketahui, Jepang merupakan negara yang memiliki 4 musim (shiki). Setelah musim panas, Jepang memasuki musim gugur yang disebut dengan aki. Musim panas di Jepang terasa sangat panas dan lembab. Karenanya orang Jepang lebih menyukai musim gugur dimana suhu udara lebih sejuk, tapi masih cukup hangat untuk melakukan aktifitas di luar ruangan. Selain itu, bisa dikatakan musim gugur adalah musim terindah di Jepang. Musim gugur dimulai kira-kira pada bulan September hingga November. Musim gugur di Jepang sangat identik dengan jernihnya langit biru yang disebut dengan akizora (langit musim gugur), daun-daun yang berguguran, musim panen dan suara serangga. Namun yang paling memikat adalah berubahnya warna daun pada berbagai jenis pohon.
Awal musim gugur bertepatan dengan berakhirnya liburan sekolah dan liburan musim panas, sehingga murid-murid mulai masuk sekolah dengan semester yang baru. Seragam sekolah pun berganti dari seragam sekolah musim panas yang tipis dan berlengan pendek, menjadi seragam berwarna gelap dan bertangan panjang. Hari pergantian seragam ini disebut dengan koromogae no hi. Pakaian orang biasa pun mulai berganti dengan bahan wol. Pada pertengahan bulan September, bulan purnama terlihat bersinar penuh. Ini disebut dengan chuusuu no meigetsu (bulan purnama di pertengahan musim gugur). Pada malam bulan purnama inilah orang Jepang menikmati indahnya bulan yang disebut dengan istilah tsukimi (melihat bulan). (more…)
January 12, 2009
Nail Art

Memasuki tahun 2000-an, di Jepang muncul sebuah trend modern berupa nail art atau menghias kuku yang populer di kalangan anak muda Jepang. Trend tersebut melanda pula di kalangan artis yang membuat nail art semakin digemari dan dianggap sebagai salah satu bagian dari mode fashion. Nail art bukan sekedar mewarnai kuku dengan nail color atau kuteks, tapi sudah dianggap sebagai seni kaligrafi dengan menghiasinya dengan berbagai pernak-pernik dan perhiasan kuku. Mulai dari stiker, gliter, manik-manik, batu permata, hingga piercing. Perlu diketahui, nail art ini kebanyakan menggunakan kuku palsu, sehingga sangat membantu bagi kaum cewek yang tidak memiliki kuku panjang atau yang tidak biasa memiliki kuku panjang dalam waktu lama untuk bisa tetap mengikuti trend. (more…)
Ghotic Lolita

Style Ghotic yang identik dengan J-rock sebenarnya hanyalah salah satu dari sekian gaya fashion dan penampilan yang cukup nge-trend di Jepang. Yang dimaksud dengan ghotic dalam fashion sendiri adalah gaya fashion zaman Victorian [Inggris] abad ke-19. Style tersebut diadaptasi orang Jepang yang nampaknya sangat menyukai gaya ini. Style Gothic dalam fashion Jepang dibagi menjadi 2 aliran utama [masih banyak subaliran lainnya], yang dikenal dengan istilah Elegant Gothic Lolita [EGL atau Gothloli] untuk baju-baju wanita dan Elegant Gothic Aristocrat [EGA] untuk baju-baju pria. EGA kurang populer dibandingkan EGL sehingga tidak banyak orang yang bisa dijadikan contoh. Mungkin gaya Gackt semasa bergabung dengan Malice Mizer bisa dijadikan contoh, meskipun gaya pakaian aristokrat dengan kerah berenda, jas beludru dan rambut panjang telah lama ia tinggalkan.
EGL atau lebih enak disebut Gothic Lolita saja, lebih populer karena dianggap lebih cute dan romantis. Lolita disini sebenarnya merujuk pada judul novel terkenal karya Vladimir Nabokov pada tahun 1955, yang mengisahkan tentang seorang pria tengah baya yang jatuh cinta kepada seorang anak perempuan. Kata lolita di artikel ini sebaiknya tidak dicampuradukkan dengan istilah Lolita Complex, karena konteks disini adalah fashion style, bukan kelainan seksual. Fashion style dalam arti, meskipun yang memakai pakaian Gothic Lolita adalah pria, belum pasti ia mengidap kelainan seksual. Bagi orang Jepang gaya adalah gaya, tidak ada hubungannya dengan kehidupan pribadi atau identitas seksual. Icon Gothic Lolita yang paling beken dari dulu sampai sekarang adalah Mana, ex-gitaris Malice Mizer. Cowok satu ini sering tampil dengan dandanan gaun era Victorian dengan rambut yang ditata feminin ikal seperti boneka. (more…)
Get free blog up and running in minutes with Blogsome
Theme designed by Hadley Wickham


