GACKT CAMUI ~chapter 1~
A Beautiful Handsome Prince
Kesan inilah yang langsung tertangkap dalam benak setiap orang saat mereka melihat penampilan artis J-rock yang satu ini. Tampan, jangkung, langsing, dengan rambut cokelat gelap dan mata biru keunguan serta penampilan yang selalu stylish, cowok ini memang pantas menjadi perwujudan live-action dari tokoh-tokoh bishounen dalam shoujo manga
Tapi…jika cuma sebatas itu saja anggapanmu, artinya kalian sama sekali tidak mengenal seorang Gackt.
GACKT no ONGAKU
Nama ‘Gackt’ baru masuk ke kancah musik J-rock pada tahun 1999. Namun saat ini ia sudah diakui sebagai salah satu musisi paling berpengaruh di Jepang. Salah satu keahlian Gackt adalah musik. Tidak hanya sebagai vokalis, ia juga menulis seluruh lirik, aransemen, dan bahkan memproduseri sendiri karya-karyanya. Gackt juga banyak menulis lagu pop dan ballad yang menyentuh. Ia sangat kreatif menggabungkan aneka jenis alat musik yang tidak biasanya terdengar dalam lagu rock, seperti biola, cello, gitar akustik, hapsicord, dan bahkan alat-alat musik tradisional Jepang seperti taiko dan shamisen [yang juga bisa dimainkannya]. Selain itu, tidak seperti penyanyi rock pada umumnya yang bersuara tinggi, Gackt memiliki ciri vokal yang khas. Suaranya berat [~and very seductive] tapi memiliki range yang luar biasa panjang.
"Tomorrow you’ll have a piano lesson. Practice !" [the first words Gackt remembers from his mom]
Masa lalu Gackt yang keras dan kelam menjadi salah satu pengaruh terbesar dalam proses perkembangannya menjadi musisi. Lahir dalam keluarga yang mencintai musik klasik, ia belajar piano sejak umur 3 tahun. Pendidikan keluarga yang sangat disiplin membuat Gackt kecil tidak boleh menonton TV kecuali program ilmu pengetahuan. Pada usia 7 tahun, Gackt nyaris tenggelam di Laut Okinawa. Pengalaman near-death ini membuatnya jadi bisa ‘melihat‘ dan ‘merasakan‘ hal-hal yang ridak wajar. Namun tak seorang pun yang mempercayainya. Pada usia 10 tahun, Gackt kolaps dan dimasukkan ke RS. Di rumah sakit, Gackt disatukan dengan anak-anak yang menderita penyakit parah atau sudah divonis tidak berumur panjang. Untuk keluar dari tempat mengerikan itu, Gackt berusaha keras meniru kelakuan dokternya, sampai akhirnya ia dinyatakan ‘sembuh‘ dan ‘normal‘ kembali dan dibolehkan pulang. Setelah prlang, Gackt tetap dipaksa untuk les piano. Gackt melakukan segala cara untuk menghindari les. Bahkan ia pernah mengunci gurunya di luar dengan harapan sang guru akan memintanya berhenti saja. Akhirnya pada umur 11 tahun, keinginannya terpenuhi.
Semuanya berubah saat ia berumur 14 tahun. Sebagai anak berandal yang bergaul dengan sesama anak bermasalah, ia tidak menyangka bahwa salah satu temannya adalah orang kaya. Lebih terkejut lagi, sang teman memiliki piano konser besar. Yang paling bikin shock, teman yang dikenalnya sebagai tukang usil ternyata sangat piawai bermain piano !!! Gackt yang tidak pernah terima ‘kalah dari orang lain‘ akhirnya langsung berlatih kembali bermain piano. Ia bermain siang dan malam, membuat orang tuanya terheran-heran. Jika awalnya mereka menyuruh Gackt latihan, sekarang mereka memintanya, "Berhenti main piano!!!"
"It was cool. The drums were really cool."
Dengan modal kepandaiannya bermain piano, ia dapat dengan mudah menguasai alat musik lain seperti gitar, biola, trumpet [dan alat musik tiup lainnya], perkusi dan cello. Saat SMU, Gackt melihat seniornya bermain drum. Gackt tidak pernah menyangka kalau alat musik yang dimainkan dengan begitu banyak pukulan dan kekerasan
bisa terdengar sangat hebat, maka ia memutuskan untuk belajar drum. Gackt menganggap bahwa band itu tidak lebih dari sekumpulan orang yang tidak tahu cara bermain musik dengan benar, sampai suatu hari seorang temannya yang mempunyai band meminta bantuan Gackt untuk menjadi drummer. Disaat live performance, meskipun permainan band mereka [seperti yang sudah diduganya] jelek sekali, Gackt terkejut melihat reaksi penonton. Hanya dengan 4 orang : vokalis, gitaris, bassist dan drummer, sebuah band dapat membuat ratusan orang terlarut dalam suasana penuh semangat. Saat itulah Gackt pertama kali menyadari keasyikan bermain dalam sebuah band.
"Mana being Mana, was dressed in female goth style."
Gackt sering kali merasa tidak percaya diri dengan warna vokalnya yang rendah.Sementara tren bagi para J-rockers adalah vokal falsetto. Tapi justru keistimewaan ini justru membuatnya dipanggil oleh Mana, leader Malice Mizer. Saat bertemu, Mana memakai pakaian ‘khas’nya sebagai seorang ‘gadis’ bergaya Ghotic. Pertemuan pertama ini berlangsung aneh karena hampir tidak ada kata-kata yang diucapkan. Tapi setelah bertemu Kozi, Gackt pun memutuskan untuk bergabung dengan Malice Mizer.
Sejak awal Gackt sudah menyadari adanya perbedaan visi antara dirinya dengan personil malice. Perbedaan ini semakin meruncing dan pada tahun 1998 Gackt pun meninggalkan Malice untuk bersolo karir. Tapi sampai saat ini pun, Gackt tetap menghargai masa-masanya dalam Malice. "It was just a little thing that separated us, but I’m so proud of them. They are my pride, still for now…and always will be."
GACKT JOB
"In my family, there are two grandpas. One likes to take a walk, the other is terribly forgetful… ‘Come home, Grandpa you!’ … ‘We’ve already had supper, Grandpa Chacha!’ … " [Gackt’s diary on Dears, his official website]
Gackt Job adalah nama dari para personil band pendukung Gackt. Formasi pertamanya adalah Toshi [drum], Ren [bass], Chacamaru [gitar], You [gitar, biola] dan Masa [gitar]. Tapi kemudian Masa, Toshi dan Ren keluar. Posisi mereka digantikan oleh Ryu [drum], Juken [bass] dan Igao [keyboard]. Namun sampai sekarang hubungan mereka tidak benar-benar putus karena sampai sekarang pun mereka masih saling memberi semangat dalam menjalani karir masing-masing.

"Someday i’ll have a fight with this guy." [Gackt’s first impression of his bestfriend]
Lama sebelum tenar, saat menonton sebuah live, Gackt merasa tertarik pada kehebatan gitaris dari salah satu band. Saat Gackt berkesempatan mengunjungi studio tempat band itu latihan, yang ada di sana ternyata cuma seorang cowok dingin dan pendiam. Saat diajak bicara pun tanggapannya hambar, hingga Gackt merasa sebal. Akhirnya Gackt memberanikan diri bertanya tentang gitaris itu. Dengan tenag ia menjawab, "Oh…that was me." Tentu saja Gackt tidak percaya, dan akhirnya mereka bertengkar hebat. Perkelahian itu berakhir setelah cowok tersebut memperlihatkan foto-fotonya saat live. Berhubung wajahnya selalu tertutup make-up, pantas saja Gackt tidak mengenalinya. Tapi gara-gara itu, gitaris bernama You ini menjadi teman terdekat Gackt sekaligus anggota Gackt Job.
Mulanya Gackt adalah drummer, sampai kemudian You menantangnya bernyanyi. Gackt [karena tidak mau kalah ^ ^] langsung berlatih vokal. Alhasil You pun dibuat kagum. Dan sejak saat itulah Gackt menjadi seorang vokalis.
"I’m not just living for the very moment. I’m convinced that i can run further more, and i can rest when i’m collapsed and hospitalized."
Gackt paling alergi dengan yang namanya imperfection. Dalam berkarya, Gackt tidak akan puas sebelum mencapai hal yang benar-benar diinginkannya. Saat pertama kali memulai solo, Gackt bekerja begitu keras sampai-sampai ia masuk RS karena tubuhnya tidak kuat lagi menahan beban yang ditanggung pikirannya. Keseriusan Gackt dalam bekerja tampak dalam sifatnya yang tidak pernah setengah-setengah dalam melakukan segala sesuatu. Siaran radio mingguan, syuting iklan dan acara TV, photosoot dan interview majalah, juga latihan dan rekaman lagu, semua dijalaninya dengan komitmen yang sama besar. Tidak ada kata ‘impossible‘ dalam kamusnya, semua bisa dilakukan dengan kerja sama dan usaha keras. ‘Kebiasaan‘ Gackt yang sering pingsan setelah konser bisa dimengerti jika orang memahami kerasnya proses kerja dalam mempersiapkan sebuah live dan penampilannya yang secara total menguras tenaga dan emosi.
Saat konser Jogen No Tsuki, pada tanggal 4 Juli yang merupakan hari ultah Gackt, para staf dan member Gackt Job dengan sukses mengagetkan Gackt dengan kue ulang tahun dan nyanyian ‘Happy Birthday‘ yang disambut meriah oleh para fans. Saat itu, Gackt tampak sangat senang dan terharu sampai-sampai ia tidak bisa menahan air matanya dan menangis di atas panggung. Tapi Gackt pun sempat malu, karena konser itu diliput dalam siaran televisi nasional !
Nah, masih ingin tahu lebih banyak tentang Gackt?? Tungguin aja postingan selanjutnya yang berjudul GACKT CAMUI ~chapter 2~ yang tentunya akan membahas lebih banyak lagi tentang Gackt. Ja, mata ashita ne…
To be continued…
From Animonster Vol. 67



I love this!Can’t wait for the next Gackt’s story! ^^ Great page!!!
Comment by Mijah — February 26, 2009 @ 2:22 pm
Yey… GACKT 4EVER!!!!!
Comment by japanesselovers — March 15, 2009 @ 12:53 am
WAAAAAAAAAAHHH………. ADA PECINTA GACKT SAMA JUGA^^ *hug yg punya blog*
Setuju banget!!!! Daya tarik Gackt itu bukan hanya dari fisik en wajahnya nan rupawan. Tetapi daya tarik terbesarnya adalah pada talent en pengabdiannya ma duni musik. Bener2 totally banget. Sanga perfectionis en such hardworker. Jadi… enyahlah orang2 yang mengatai Gackt bisa terjun dalam dunia entertaintment hanya karena faktor wajah aja. They did’nt know who really this amazing man.
Kecintaannya ma fansnya juga membuat Mia tersentuh. Jarang ada seorang idol yg bener2 mikirin kebahagiaan para fans mereka. Semua idol bisa aja ngomong gini. “Thanks for my fans, without you, I can’t achieve what I have now. Love you all”. Gackt lebih baik dari itu. Dia mengungkapkan terimakasih dan cintanya ma fans2nya ga cuma omdo alias omong doang, tapi juga dg perbuatan. Dengan kerja kerasnya Gackt buat mengkonsep setiap konsernya, semua konsepnya itu benar2 dipikirin apakah konsepnya itu bisa memuaskan para fansnya yg udah rela beli tiket konsernya? Ampe dia bener2 bekerja keras buat merealisasikannya ampe sering tepar krn kecapekan. Hal yg mungkin jarang dilakukan oleh bintang besar seperti Gackt adalah dia sendiri yg membaca surat2 dan email dari fansnya. Biasanya bintang yg banyak fans kayak Gackt kan capek tuh baca surat en email yg segudang, biasanya diserahin ma manajernya. But He really read his fans letter by himself. Buktinya, dia terkadang suka mengabulkan permintaan dari fansnya dan memberikan mereka kejutan yg tak terduga. Salah satu contohnya, dia pernah datang diam-diam ke acara kelulusan sekolah salah satu fansnya setelah dia menerima sebuah surat dari fansnya itu yg menginginkan Gact untuk datang di acara kelulusan disekolahnya. Karena dia dan teman-temannya sangat ngefans ma Gackt. Guess what, Gackt really coming!!! Dan juga ketika dia mendapat surat dari salah seorang fansnya untuk meinta dia datang menjenguk temannya yang sekarat karena kanker darah (temannya itu fans Gackt juga). Again, Gackt bener2 datang ke rumah sakit buat ngasih semangat hidup ma fansnya yg sakit itu. Dan dia ga datang cuma sekali itu aja, tapi berkali2 selama 6 bulan sampai akhirnya fansnya itu meninggal. Gackt juga datang di acara pemakaman fansnya dan menagis disana.
Itulah yg membuat Mia menyukai seorang Gackt Camui ini. Selain memiliki wajah yang tampan, bakat yang hebat, dia memiliki hati yang baik dan dipenuhi dg cinta terhadap orang lain. LOVE YOU GACKT T____________________T
Comment by miaw — March 30, 2009 @ 8:04 pm
my lovely gakku >
Comment by aoishara — July 29, 2009 @ 10:23 am
lop gakku too >
Comment by aoishara — July 29, 2009 @ 10:24 am